PROPILATION OF MOTHER PANDU (PORIS PLAWAD VILLAGE). ENGLISH ASSIGNMENT. {PROPIL IBU PANDU (KELURAHAN PORIS PLAWAD). TUGAS BAHASA INGGRIS}

A. Visi, Misi, dan Tujuan Desa Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

1. Visi dan Misi Poris Plawad 
Kelurahan, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

a. Visi Desa Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Mewujudkan Desa Poris Plawad yang mampu memberikan Pelayanan Prima kepada masyarakat, memberdayakan masyarakat yang berdaya saing dan bermoraal.

b. Misi Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Masyarakat dengan ikhlas, memberikan pelayanan terbaik dan mampu memuaskan masyarakat sesuai dengan harapan.
Memberikan pendampingan dan pembinaan secara bertahap kepada masyarakat agar memiliki daya saing dalam hal perekonomian.
Mewujudkan lingkungan masyarakat yang bermoral dan berlandaskan norma-norma yang berlaku.

2. Tujuan Visi dan Misi Kelurahan Poris Plawad, Kota Tangerang, Provinsi Banten Indonesia.

a. Visi Kelurahan Poris Plawad, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Pelayanan Prima.
 Meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat secara transparan, cepat, dan efisien.
Pemberdayaan Masyarakat. 
Mendorong masyarakat agar lebih mandiri, berdaya saing, dan memiliki keterampilan yang mendukung kemajuan daerah.
Akhlakul Karimah
Membangun karakter masyarakat yang dilandasi nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

b. Misi Kecamatan Poris Plawad Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Pelayanan yang profesional, cepat, transparan, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Mengutamakan keikhlasan dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.

c. Meningkatkan Kesejahteraan dan Daya Saing Masyarakat.
Melaksanakan pendampingan dan pembinaan secara bertahap agar masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan daya saingnya di bidang ekonomi.
Mendorong pemberdayaan usaha kecil menengah dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

d. Membangun Karakter Masyarakat yang Berakhlak Mulia.
Menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Mendorong terciptanya lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif berdasarkan nilai-nilai agama dan budaya setempat.


B. Tujuan Kelurahan Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang.

1. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kelurahan Poris Plawad melalui
pengembangan usaha kecil menengah (UKM) dan peningkatan ekonomi masyarakat.

2. Membangun ekonomi masyarakat.
Mengembangkan ekonomi masyarakat Kelurahan Poris Plawad melalui peningkatan UKM dan pengembangan pariwisata.

3. Meningkatkan kualitas UKM.
Meningkatkan kualitas UKM di Kelurahan Poris Plawad melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan.
pensosialisasian kepada masyarakat.

4. Meningkatkan kesadaran masyarakat. Desa Poris Plawad tentang pentingnya pengembangan usaha dan perekonomian daerah.

5. Menjadikan Desa Poris Plawad sebagai daerah yang maju dan sejahtera.
Menjadikan Desa Poris Plawad sebagai daerah yang maju dan sejahtera melalui pengembangan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

6. Mengembangkan Desa Poris Plawad sebagai daerah tujuan wisata yang diminati.
Mengembangkan Desa Poris Plawad sebagai daerah tujuan wisata yang diminati melalui pengembangan pariwisata dan peningkatan fasilitas pariwisata.

7. Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kepedulian lingkungan.
Meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Poris Plawad melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan publik. Meningkatkan kepedulian lingkungan masyarakat Desa Poris Plawad tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.


C. Sasaran di Desa Poris Plawad. 
1. Menampung Aspirasi Masyarakat.
 Menampung pendapat dan saran warga terkait pelaksanaan pembangunan di wilayahnya.

2. Penetapan Skala Prioritas.
Memilih program dan kegiatan yang dianggap paling penting dan mendesak untuk diajukan ke tingkat kecamatan.

3. Sinkronisasi Program.
Menyelaraskan rencana pembangunan antara pemerintah daerah dengan kebutuhan masyarakat setempat.



D. Strategi di Desa Poris Plawad.

1. Musyawarah Perencanaan  Pembangunan (Musrenbang).
Melalui Musrenbang, masyarakat terlibat aktif dalam proses perencanaan pembangunan. Forum ini memungkinkan warga untuk mengusulkan dan menetapkan rencana pembangunan infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan setempat. Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan relevansi dan efektivitas program pembangunan.

2. Pengembangan Transit Oriented Development (TOD).
Desa Poris Plawad dipilih sebagai lokasi strategis untuk pengembangan kawasan TOD karena keberadaan dua pusat transportasi utama, yaitu Stasiun Batu Ceper dan Terminal Poris Plawad. Pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan integrasi yang efisien antarmoda transportasi, mendorong penggunaan transportasi umum, dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

3. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Desa Wisata.
Salah satu inisiatif pemberdayaan adalah pengembangan kelurahan Tematik Telaga Kalpataru di Kelurahan Poris Plawad program ini melibatkan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata setempat, yang tidak hanya meningkatkan perekonomian warga tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di masyarakat.

4. Peningkatan Fasilitas Park and Ride.
Untuk mendukung integrasi antarmoda dan mengurangi kemacetan, pemerintah telah membangun fasilitas park and ride di sekitar Terminal Poris Plawad. Fasilitas ini memungkinkan pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum dengan lebih mudah, sehingga meningkatkan efisiensi mobilitas di kawasan tersebut.

5. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Desa Wisata.
Salah satu inisiatif pemberdayaan adalah pengembangan Desa Tematik Telaga Kalpataru di Desa Poris Plawad Indah. Program ini melibatkan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata setempat, yang tidak hanya meningkatkan perekonomian warga tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di masyarakat. Peningkatan Fasilitas Park and Ride.
Untuk mendukung integrasi antarmoda dan mengurangi kemacetan, pemerintah telah membangun fasilitas park and ride di sekitar Terminal Poris Plawad. Fasilitas ini memudahkan pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi umum, sehingga meningkatkan efisiensi mobilitas di kawasan tersebut.


E. Kegiatan di Desa Poris Plawad.

1. Bakti Sosial Serentak.
Pada tanggal 10 Desember 2023, warga Desa Poris Plawad Utara menggelar bakti sosial serentak di seluruh wilayah RW dan RT. Kegiatan ini bertujuan untuk melancarkan saluran air serta menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

2. Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik
Kepala kelurahan Poris Plawad menggelar pembekalan kepada seluruh perangkat desa. Pembekalan ini berfungsi sebagai ajang evaluasi dan diskusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

3. Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melaksanakan KKN di Kelurahan Poris Plawad dengan fokus penanganan stunting. Mereka menggelar seminar bertemakan “Investasi Gizi Seimbang Mudah, Murah, dan Anti Stunting”, serta mengikuti kegiatan kemasyarakatan seperti pos gizi dan panduan cerdas.

4. Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi.
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar sosialisasi kepada warga RT 01 RW 07 tentang pemanfaatan situs marketplace 99 designs dan aplikasi Zoom. Tujuannya adalah untuk memberikan alternatif sumber pendapatan dan memperlancar pertemuan daring di masa pandemi COVID-19.

5. Kegiatan Amal dan Keagamaan.
Kelurahan Poris Plawad menggelar kegiatan keagamaan, seperti kajian agama dan santunan anak yatim dan dhuafa yang Kegiatan ini mempererat tali silaturahmi dan kepedulian sosial antar warga.

6. Pengawasan Keamanan oleh Kepolisian.
Aipda Komaruddin, anggota Binmas Polres Metro Tangerang Kota yang akrab disapa “Mat Peci” ini telah bertugas selama 15 tahun di Terminal Poris Plawad. Ia menggunakan pendekatan kekeluargaan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di terminal, sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi penumpang dan pedagang.


F. Sistem Pengendalian di Kecamatan Poris Plawad.

 1. Pemantauan Pembangunan Infrastruktur. 
Pada tanggal 19 Oktober 2023, Kepala Desa Poris Plawad Utara melakukan pemantauan langsung terhadap pemasangan tiang internet di wilayah RT.003 RW 010.
 Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pemasangan berjalan sesuai standar dan tidak mengganggu fasilitas umum.

2. Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Bidang Pendidikan.
SD Negeri Poris Plawad  telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yang menunjukkan komitmen sekolah dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan melalui standar internasional yang terstruktur.

3. Pengawasan dan Pengendalian di Terminal Poris Plawad. 
Terminal Poris Plawad berperan penting dalam mengatur dan mengendalikan arus lalu lintas penumpang dan barang. Upaya pengawasan dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan, meliputi pemeriksaan keamanan dan pengawasan operasional terminal. 

4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan.
 Posyandu Camar Desa Poris Plawad Utara melakukan evaluasi dan analisis terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Upaya ini meliputi pembinaan dan koordinasi antara kader posyandu, tokoh masyarakat, dan perangkat desa dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat secara optimal.

5. Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi.
 Inovasi pengelolaan sampah dilakukan melalui pengembangan tong sampah pintar yang dilengkapi sensor ultrasonik dan terhubung dengan aplikasi Internet of Things (IoT). Sistem ini memungkinkan pemantauan volume sampah secara real-time dan otomatisasi pengelolaan sampah, meskipun implementasinya masih dalam tahap pengembangan dan belum diterapkan secara luas di desa-desa.

6. Pengawasan Keamanan oleh Kepolisian. 
Aipda Komaruddin, anggota Binmas Polres Metro Tangerang Kota yang akrab disapa “Mat Peci” ini telah bertugas selama 15 tahun di Terminal Poris Plawad. Ia menggunakan pendekatan kekeluargaan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di terminal, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif bagi penumpang dan pedagang.



G. Analisis SWOTE
  1. Strengths and weaknesses of the programs that have been implemented Strengths and weaknesses of Poris Plawad Village. 

a. Keunggulan
Pengembangan Desa Wisata Tematik.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Pengembangan Desa Wisata dan Desa Budaya Danau Kalpataru telah meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pariwisata.
Pengembangan Kelurahan Wisata Tematik. 
Pemeliharaan dan Pengelolaan: Tantangan untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas destinasi wisata memerlukan komitmen dan sumber daya yang konsisten.
Program Bakti Sosial dan Kebersihan Lingkungan. 
Peningkatan Kesadaran Lingkungan: Kegiatan bakti sosial meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sosialisasi Aplikasi Tangerang Live
Meningkatkan Literasi Digital
Sosialisasi ini meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi untuk mengakses layanan publik.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan 
Peningkatan Kapasitas Masyarakat: Kegiatan KKN yang dilakukan oleh mahasiswa dapat memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat dalam berbagai bidang.
Program Briefing Rutin untuk Meningkatkan Kinerja Pelayanan. Peningkatan Kualitas Pelayanan:
Dengan melaksanakan briefing rutin, desa dapat mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

b. Kekurangan
Pengembangan Desa Wisata Tematik Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pengembangan Desa Wisata Danau Kalpataru dan kelurahan Budaya telah meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui pariwisata.
Pengembangan Desa Wisata Tematik. Pemeliharaan dan Pengelolaan: Tantangan dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas destinasi wisata memerlukan komitmen dan sumber daya yang konsisten.
Program Bakti Sosial dan Kebersihan Lingkungan. 
Partisipasi yang Tidak Merata: 
Tidak semua warga berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, sehingga hasilnya mungkin tidak optimal.
Sosialisasi Aplikasi Tangerang Live.
Peningkatan Literasi Digital: 
Sosialisasi ini meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi untuk mengakses layanan publik.
KKN di Kelurahan Keberlanjutan Program: Program KKN biasanya bersifat sementara, sehingga diperlukan upaya untuk memastikan berakhirnya manfaat yang telah diberikan.
Briefing Program Rutin untuk Meningkatkan Kinerja Layanan. Keterbatasan Waktu: Melaksanakan briefing rutin memerlukan waktu yang dapat mengurangi jam layanan langsung kepada masyarakat.


H. Analisis SWOTE.
    1. Kekuatan dan kelemahan program-program yang telah dilaksanakan yang ada di Kecamatan Poris Plawad.

a. KEKUATAN
Peningkatan Kualitas Pelayanan Masyarakat.
Kelurahan Poris Plawad secara rutin memberikan pelatihan kepada seluruh pegawai untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 
Kegiatan ini sebagai sarana evaluasi dan diskusi dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi. Kegiatan ini merupakan sarana evaluasi dan diskusi dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi.
Perencanaan Pembangunan Partisipatif. Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Desa Poris Plawad Utara melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan. Hal ini menunjukkan adanya pendekatan partisipatif dalam perencanaan pembangunan.
Kerjasama dengan Lembaga Pendidikan. Pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang di Desa Poris Plawad menunjukkan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah desa dengan lembaga pendidikan dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

b. Kekurangan 
Fasilitas Posyandu Terbatas.
Pelayanan di Posyandu Camar Desa Poris Plawad masih perlu ditingkatkan. Perlu adanya peningkatan fasilitas dan koordinasi antara kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan perangkat desa untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pengetahuan masyarakat.
Data Terkini Terbatas.
Beberapa data terkait program di Desa Poris Plawad masih terbatas dan mungkin belum mencerminkan kondisi terkini, sehingga menghambat efektivitas evaluasi dan perencanaan program.
Tantangan dalam Pelaksanaan Program. Meskipun perencanaan partisipatif telah dilakukan, namun tantangan dalam pelaksanaan program, seperti koordinasi antar pemangku kepentingan dan keterbatasan kapasitas teknis, dapat menjadi kendala dalam mencapai tujuan program.

2. Peluang dan Ancaman Kelurahan Poris Plawad, Kacamatan Cipondoh Kota Tangerang.

a. PELUANG.
Program Penanggulangan Stunting. Melalui program seperti Gerakan SATE SAMI, anak-anak yang rentan terhadap stunting mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatan.
Pemberdayaan Organisasi Masyarakat. Terbentuknya kelompok organisasi masyarakat di Desa Poris Plawad Indah menunjukkan komitmen untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah.
Pengembangan Infrastruktur.
Investasi dalam fasilitas dan infrastruktur, seperti rehabilitasi fasilitas umum, dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendukung kegiatan ekonomi penduduk.

bANCAMAN
Risiko Bencana Alam.
Kecamatan Cipondoh, termasuk Kelurahan Poris Plawad, berpotensi terjadi bencana tanah longsor yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.
Tantangan Sosial dan Kesehatan.
Masalah kesehatan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap program kesehatan preventif, dapat menghambat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keterbatasan Sumber Daya.
Keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan program pembangunan yang efektif.



I. Business Model Canvas-Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Poris Plawad (IBU).
1. Pelayanan Utama.
Blok Kanvas
a. Mitra Utama 
Deskripsi
Pemerintah Daerah (Dinas Koperasi & UMKM, Dinas Perdagangan) Perguruan Tinggi dan lembaga pendidikan (untuk penelitian dan pelatihan). 
Investor dan lembaga keuangan (bank, modal ventura, angel investor). Perusahaan swasta dan BUMN (sponsorship dan CSR). 
Platform e-commerce dan teknologi (marketplace, pembayaran digital). 
Media lokal dan nasional (untuk promosi dan publikasi).

b. Segmen Pelanggan Pengusaha di Desa
Deskripsi
Poris Plawad yang UMKM-nya membutuhkan pendampingan Lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang ingin menjadi pengusaha.

c.Proposisi Nilai 
Deskripsi 
Bantuan bisnis dan pelatihan kewirausahaan. 
Akses ke mentor dan pakar industri. Fasilitas kerja bersama dan laboratorium bisnis.
Akses ke sumber pendanaan dan investor. Meningkatkan daya saing UMKM lokal.

d. Saluran Media sosial (Instagram, Facebook, WhatsApp). 
Situs web resmi IBU Poris Plawad.
Kerja sama dengan pemerintah daerah dan universitas. 
Seminar, lokakarya, dan acara jejaring.

e. Hubungan Pelanggan. 
Bantuan langsung Komunitas bisnis dan forum diskusi. 
Program inkubasi dan akselerasi. Konsultasi rutin dan dukungan pasca perawatan.

f. Sumber Pendapatan.
 Biaya keanggotaan atau partisipasi dalam program inkubasi. 
Sponsorship, dan kemitraan dengan perusahaan.
 Pendanaan dan dana dari pemerintah/CSR. 
Layanan konsultasi dan pelatihan bisnis khusus.
Pendanaan dan dana dari pemerintah/CSR. 
Layanan konsultasi dan pelatihan bisnis khusus.

g. Kegiatan Utama.
 Pelatihan dan lokakarya kewirausahaan. Inkubasi dan akselerasi bisnis. Menemukan dan menghubungkan wirausahawan dengan investor. Membantu UMKM dalam digitalisasi dan pemasaran.

h. Sumber Daya Utama
Mentor dan pakar industri-Fasilitas dan ruang kerja bersama. 
Jaringan kemitraan dengan pemerintah, sejarawan, dan investor. 
Platform digital untuk pelatihan dan komunitas.

i. Struktur Biaya 
Biaya operasional (sewa, listrik, internet, dll.) Gaji dan insentif mentor atau pelatih Biaya pemasaran dan promosi Pengembangan platform dan infrastruktur digital.

2. Struktur Biaya Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU) Poris Plawad.
Kategori Biaya.
a. Biaya Operasional.
Rincian
Biaya sewa gedung atau ruang kerja bersama. Biaya listrik, air, dan internet.
Peralatan kantor (meja, kursi, komputer, printer.
Perkiraan Biaya
Berbeda-beda berdasarkan lokasi dan fasilitas
b. Biaya Sumber Daya Manusia (SDM). 
Rincian
Gaji staf manajemen (manajer, admin, mentor, dan staf pengajar). Biaya honorarium untuk pelatih dan pembicara eksternal. Tergantung pada tenaga kerja.
Perkiraan Biaya
Berbeda-beda berdasarkan lokasi dan fasilitas.

c. Biaya Pelatihan & Lokakarya.
Rincian 
Gaji staf manajemen (manajer, admin, mentor, dan staf pengajar). 
Perkiraan Biaya
Honorarium untuk pelatih dan pembicara eksternal. Tergantung pada tenaga kerja.

d. Teknologi & Biaya digitalisasi.
Pembuatan dan pemeliharaan situs web/platform digital. 
Perkiraan Biaya
Biaya lisensi perangkat lunak dan bisnis serta Pemasaran & Promosi Biaya e-learning Disesuaikan dengan kebutuhan teknologi.

e. Marketing & Promotion Costs.
Modal usaha untuk peserta inkubator. Bantuan saran peralatan produksi usaha. Program studi atau insentif usaha
Perkiraan Biaya
Disesuaikan dengan kebutuhan teknologi.

f. Biaya Pendanaan & Hibah untuk UMKM.
Modal usaha untuk peserta inkubator. Bantuan saran peralatan produksi usaha.
Program studi atau insentif usaha.
Perkiraan Biaya
Tergantung peserta skema inkubator. Pendanaan.

g. Biaya Administrasi & Legalitas.
Rincian Biaya 
Pendaftaran, perizinan. Biaya bisnis dan hukum. Pajak dan lainnya. 
Perkiraan Biaya
Biaya administrasi Bervariasi berdasarkan peraturan.

3.  Sumber Daya di Desa Poris Plawad untuk Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU) Poris Plawad.
Blok Kanvas

 a. Sumber Daya
 Alam Deskripsi Lahan Produktif.
Terdapat lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan agribisnis, seperti budidaya tanaman hortikultura, rempah-rempah, atau tanaman obat. Sumber Daya Air dan Lingkungan. Keberadaan sungai dan danau kecil di sekitar kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk pertanian perkotaan dan usaha berbasis lingkungan.

b. Sumber Daya Manusia (SDM)
Masyarakat Produktif Banyak warga usia produktif yang dapat diberdayakan sebagai tenaga kerja atau wirausaha baru.
Pemberdayaan Masyarakat dan Kader.
Adanya kelompok masyarakat yang aktif seperti Posyandu, Karang Taruna, dan PKK dapat mendukung program pelatihan dan pengembangan kewirausahaan.
Tokoh Masyarakat dan Akademisi.
Keterlibatan tokoh masyarakat dan pendidik yang dapat menjadi mentor dan pembimbing dalam program inkubator bisnis.

 c. Sumber Daya Infrastruktur.
Sarana Transportasi.
Sarana Transportasi.
 Terminal Bus Tipe A Poris Plawad sebagai pusat transportasi antar kota.
Stasiun Kereta Api Poris Plawad yang memudahkan akses logistik dan mobilitas bisnis. kses jalan utama yang memadai untuk distribusi barang dan jasa.
Sarana Pendidikan.
Sekolah seperti SD Poris Plawad dan lembaga pendidikan lainnya yang dapat menjadi mitra dalam program pelatihan kewirausahaan.
Sarana dan Prasarana Pendukung.
Gedung serbaguna dan balai pertemuan yang dapat digunakan untuk kegiatan pelatihan dan workshop. 
 Fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk mendukung.
Pendampingan wirausahawan dan pekerja setempat.

d. Sumber Daya Ekonomi.
UMKM dan Pelaku Industri Kreatif. Banyak usaha kecil menengah (UMKM) di sektor kuliner, fesyen, jasa, dan manufaktur yang dapat menjadi mitra atau peserta inkubasi bisnis. 
Pusat Perbelanjaan dan Pasar Tradisional. 
Keberadaan pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. di sekitar kawasan ini dapat menjadi tempat penyaluran produk lokal.

e. Teknologi dan Sumber Daya Informasi.
Akses Internet dan Digitalisasi. Ketersediaan akses internet yang baik memungkinkan berkembangnya bisnis berbasis digital dan e-commerce. Komunitas Digital dan Startup Keberadaan komunitas atau individu yang mulai mengembangkan bisnis berbasis teknologi di area ini dapat menjadi mentor bagi para wirausahawan baru.

f. Sumber Daya Sosial dan Pemerintah.
Dukungan dari Pemerintah Kota Tangerang. Program pemberdayaan ekonomi kerap dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan wirausahawan lokal. Kemitraan dengan Lembaga Swasta dan Akademisi.



J. Business Model Canvas-Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Poris Plawad (IBU).
 
 1. Proposisi Nilai di Desa Poris Plawad untuk Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU) Poris Plawad.
 ASPEK

a. Mendorong Pengusaha Lokal.
    Proposisi Nilai
Memberikan dukungan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dan wirausahawan baru untuk mengembangkan usahanya. Memberikan program inkubasi bisnis yang meliputi pelatihan, pendampingan, dan akses pasar.

b. Akses terhadap Sumber Daya dan Jaringan Bisnis
Proposisi Nilai
Menghubungkan wirausahawan dengan mentor, investor, dan komunitas bisnis di Tangerang dan sekitarnya.
Membantu wirausahawan mengakses modal melalui kemitraan dengan lembaga keuangan dan program bantuan pemerintah.

c. Pengembangan Kapasitas dan Keahlian.
Proposisi Nilai
Memberikan pelatihan dalam kewirausahaan, bisnis, manajemen, pemasaran digital, dan penggunaan teknologi dalam bisnis.
Memberikan workshop dan seminar untuk meningkatkan daya saing wirausahawan, keterampilan dalam menghadapi pasar

d. Dukungan Teknologi Infrastruktur.
Proposisi Nilai
Menyediakan ruang kerja bersama dengan fasilitas internet dan alat produksi sederhana bagi UKM.
Mendorong penggunaan teknologi digital seperti e-commerce dan pembayaran nontunai untuk memperluas jangkauan pasar.

e. Meningkatkan Perekonomian Lokal.
Proposisi Nilai.
Dengan berkembangnya UMKM dan wirausaha baru, IBU Poris Plawad dapat berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.
Mendorong berkembangnya produk lokal khas Poris Plawad yang memiliki nilai jual tinggi.

f. Dukungan Komunitas Dan Pemerintah. 
Proposisi Nilai.
Memanfaatkan kebijakan dan program pemerintah daerah yang mendukung pengembangan UMKM dan kewirausahaan.
Berkolaborasi dengan masyarakat sekitar, akademisi, dan pihak swasta untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem bisnis di Cipondoh, Kota Tangerang


2. Customer Relations Desa Poris Plawad untuk Inkubator Bisnis dan kewirausahaan (IBU) Poris Plawad.

a. Aspek Kelurahan
Desa Poris Plawad yang terletak di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten merupakan daerah dengan potensi ekonomi lokal yang terus berkembang, khususnya di sektor UMKM. Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU) Poris Plawad berperan dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat setempat.
Businesses continue to grow.
Mentoring in finding markets and access to capital.

b. Saluran Komunikasi Pelanggan. Langsung: Kantor IBU Poris Plawad, acara kewirausahaan, bazar UMKM, dan pelatihan bisnis. Langsung: Grup WhatsApp, media sosial (Instagram, Facebook), buletin email, dan situs web resmi.

c.Manfaat Hubungan Pelanggan yang Baik.
Meningkatkan keinginan untuk mengembangkan bisnis.
Memperkuat ekosistem kewirausahaan di Poris Plawad dan sekitarnya. Memperluas peluang pasar bagi UMKM. Memfasilitasi kolaborasi dengan investor dan pemerintah.
 
3. Saluran di Desa Poris Plawad untuk Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU) Poris Plawad. Offline 
ASPEK

a. Saluran Komunikasi dan Informasi
Hubungan Pelanggan.
Channel (Tatap Muka & Fisik).
Kantor IBU Poris Plawad 
Sebagai pusat informasi, pendaftaran, dan konsultasi langsung. Bimbingan dan Pendampingan Usaha-Pelatihan tatap muka, pendampingan, dan konsultasi kewirausahaan. Workshop dan Seminar-Pelatihan langsung bagi UMKM dan calon wirausahawan. Bazar dan Pameran UMKM-Menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produknya. Kerjasama dengan Desa & Kecamatan-Melakukan sosialisasi program inkubasi melalui perangkat desa, RW, dan RT.
Channel Online (Digital & Media Sosial). Website Resmi-Menyediakan informasi lengkap mengenai program inkubasi, pendaftaran, dan sumber daya usaha. Media Sosial (Instagram, Facebook, TikTok, You Tube) 
Digunakan untuk edukasi, promosi, dan komunikasi interaktif usaha. WhatsApp & Telegram Group-Media komunikasi cepat untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan koordinasi program. Buletin Email-Mengirimkan informasi terbaru, kiat bisnis, dan peluang bisnis kepada peserta inkubasi. Platform E-Learning Jika tersedia, dapat digunakan untuk pelatihan dan materi pembelajaran yang menantang.

b. Saluran Distribusi Produk dan Layanan.
Toko Fisik & Gerai UMKM.
Menyediakan tempat untuk menjual produk lokal di kantor IBU atau pusat dunia di sekitarnya.
E-Commerce & Marketplace Membantu.
UMKM masuk ke platform seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.
Sosial Media & Live.
Penjualan-Membantu pengusaha menjual produk melalui Instagram Live, TikTok Shop, dan Facebook Marketplace.
Kemitraan dengan Toko Lokal & Minimarket.
Memfasilitasi jaringan distribusi produk ritel.
Bazar & Pameran Lokal-Mengorganisir.
Acara untuk mempertemukan UMKM dengan calon pelanggan.

c. Saluran Pendanaan dan Kemitraan.
Pemerintah Daerah & Koperasi dan UMKM. 
Kantor Pengaksesan bantuan modal dan program pelatihan. Perbankan & Lembaga Keuangan Mikro
Membantu peserta mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). 
Investor & Angel Investor
Memfasilitasi pertemuan antara pengusaha dan calon investor.
Program CSR Perusahaan
Mengusulkan kerja sama dengan perusahaan untuk program pendampingan usaha kecil.


K. Model Bisnis Canvas-Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Poris Plawad (IBU).

 1. Segmen Pelanggan di Kecamatan Poris Plawad untuk Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU).
Segmen Pelanggan.

a. Detail Pemilik 
Usaha kecil di sektor kuliner, fesyen, jasa, dan kerajinan tangan.
UMKM yang membutuhkan pelatihan manajemen bisnis, pemasaran digital, dan akses permodalan.
Segmen Pelanggan.
b. Calon Pengusaha & Usaha Rintisan Baru.
Warga Poris Plawad yang ingin memulai usaha namun butuh bimbingan. Mahasiswa dan lulusan baru yang ingin menjadi wirausahawan.
Workers who want to switch to the business world (career switcher).
c. Komunitas Lokal & Koperasi.
Kelompok ibu-ibu kreatif, komunitas pemuda, dan koperasi setempat yang ingin mengembangkan usaha bersama. Pelaku usaha di pasar tradisional atau sektor informal yang ingin lebih profesional dalam pengelolaan usaha.
d. Industri Kreatif & Digital
Freelancer di bidang desain grafis, penulisan, kreator konten, dan pengembang aplikasi. Pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis berbasis digital.
e. Mahasiswa dan Pelajar.
Program pelatihan kewirausahaan bagi siswa SMK atau siswa yang ingin menjadi wirausahawan sejak dini.
Kerja sama dengan sekolah atau kampus dalam kegiatan magang dan pelatihan bisnis.
f. Pekerja Yang Ingin Menambah Penghasilan. 
Karyawan atau pekerja informal yang ingin memulai usaha sampingan. Pelatihan pengelolaan keuangan pribadi dan usaha rumahan.

2. Struktur Biaya Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU) Poris Plawad.
Kategori Biaya.

a. Biaya Operasional.
Rincian
Biaya sewa gedung atau ruang kerja bersama. Biaya listrik, air, dan internet.
Peralatan kantor (meja, kursi, komputer, printer.
Perkiraan Biaya
Berbeda-beda berdasarkan lokasi dan fasilitas.

b. Biaya Sumber Daya Manusia (SDM). 
Rincian
Gaji staf manajemen (manajer, admin, mentor, dan staf pengajar). Biaya honorarium untuk pelatih dan pembicara eksternal. Tergantung pada tenaga kerja.
Perkiraan Biaya
Berbeda-beda berdasarkan lokasi dan fasilitas.

c. Biaya Pelatihan & Lokakarya.
Rincian.
Gaji staf manajemen (manajer, admin, mentor, dan staf pengajar). 
Perkiraan Biaya
Honorarium untuk pelatih dan pembicara eksternal. Tergantung pada tenaga kerja.

d. Teknologi & Biaya digitalisasi.
Pembuatan dan pemeliharaan situs web/platform digital. 
Perkiraan Biaya
Biaya lisensi perangkat lunak dan bisnis serta Pemasaran & Promosi Biaya e-learning Disesuaikan dengan kebutuhan teknologi.

e. Marketing & Promotion Costs.
Modal usaha untuk peserta inkubator. Bantuan saran peralatan produksi usaha. Program studi atau insentif usaha
Perkiraan Biaya
Disesuaikan dengan kebutuhan teknologi.

f. Biaya Pendanaan & Hibah untuk UMKM.
Modal usaha untuk peserta inkubator. Bantuan saran peralatan produksi usaha.
Program studi atau insentif usaha.
Perkiraan Biaya
Tergantung peserta skema inkubator. Pendanaan.

g. Biaya Administrasi & Legalitas.
Rincian Biaya 
Pendaftaran, perizinan. Biaya bisnis dan hukum. Pajak dan lainnya. 
Perkiraan Biaya
Biaya administrasi Bervariasi berdasarkan peraturan.


3. Sumber Pendapatan Usaha dan Kewirausahaan. Di Kecamatan Poris Plawad

Aliran Pendapatan.
a. Ekuitas dalam Startup.
Mengambil bagian dalam kepemilikan saham dari perusahaan rintisan yang dibina sebagai imbalan atas dukungan dan fasilitas yang diberikan.

b. Sponsorship dari Perusahaan atau Lembaga. 
Menjalin kerja sama dengan perusahaan besar yang memberikan sponsorship dalam bentuk dana atau fasilitas.

c. Pelatihan dan Konsultasi. 
Menggelar lokakarya, seminar, atau layanan konsultasi berbayar untuk perusahaan rintisan dan wirausahawan.

d. Layanan Tambahan Menyediakan layanan seperti bantuan hukum, akuntansi, atau pemasaran dengan biaya tertentu.


L. Model Bisnis Canvas-Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Poris Plawad (IBU). 

1. Proposisi Nilai di Desa Poris Plawad untuk Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU) Poris Plawad.

ASPEK
a. Proposisi Nilai Mendorong Wirausahawan Lokal. 
Proposisi Nilai
Memberikan dukungan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dan wirausahawan baru untuk mengembangkan usahanya. Menyediakan program inkubasi bisnis yang meliputi pelatihan, pendampingan, dan akses pasar.

b. Akses ke Sumber Daya dan Jaringan Bisnis. 
Proposisi Nilai
Menghubungkan wirausahawan dengan mentor, investor, dan komunitas bisnis di Tangerang dan sekitarnya.
Membantu wirausahawan mengakses modal melalui kemitraan dengan lembaga keuangan dan program bantuan pemerintah.

c. Pengembangan Kapasitas dan Keahlian.
Proposisi Nilai
Memberikan pelatihan kewirausahaan, manajemen bisnis, pemasaran digital, dan penggunaan teknologi dalam bisnis. Memberikan lokakarya dan seminar untuk meningkatkan keterampilan wirausahawan dalam menghadapi persaingan pasar.

d. Dukungan Infrastruktur dan Teknologi.
Proposisi Nilai.
Menyediakan ruang kerja bersama dengan fasilitas internet dan alat produksi sederhana bagi UKM.
Mendorong pemanfaatan teknologi digital seperti e-commerce dan pembayaran non tunai untuk memperluas jangkauan pasar.

e. Meningkatkan Perekonomian Lokal.
Proposisi Nilai.
Dengan berkembangnya UMKM dan wirausahawan baru, IBU Poris Plawad dapat berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.
Mendorong berkembangnya produk lokal khas Poris Plawad yang memiliki nilai jual tinggi.

f. Dukungan Pemerintah dan Masyarakat.
Proposisi Nilai.
Memanfaatkan kebijakan dan program pemerintah daerah yang mendukung pengembangan UMKM dan kewirausahaan. 
Berkolaborasi dengan masyarakat sekitar, akademisi, dan pihak swasta untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem bisnis di Cipondoh, Kota Tangerang.



Daftar Produk, Layanan, dan Harga Satuan (dalam IDR)













Profil ini menguraikan visi, misi, strategi, dan komponen operasional Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU) di Kelurahan Poris Plawad, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia. Manik, termasuk penetapan harga yang jelas untuk produk dan layanan yang diberikan. Business Model Canvas disusun sebagai matriks untuk memberikan gambaran umum yang mudah dipahami tentang elemen-elemen bisnis utama.






 




















Profil ini menguraikan visi, misi, strategi, dan komponen operasional Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (IBU) di Kelurahan Poris Plawad, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia. Manik, termasuk penetapan harga yang jelas untuk produk dan layanan yang diberikan. Business Model Canvas disusun sebagai matriks untuk memberikan gambaran umum yang mudah dipahami tentang elemen-elemen bisnis utama.






INDONESIAN TO ENGLISH 


A. Vision, Mission, and Objectives of Poris Plawad Village, Cipondoh District, Tangerang City, Banten Province.

1. Vision and Mission of Poris Plawad Sub-district, Cipondoh District, Tangerang City, Banten Province.

a. Vision of Poris Plawad Village, Cipondoh District, Tangerang City, Banten Province. 
Realizing Poris Plawad Village that is able to provide Excellent Service to the community, empowering a competitive and moral community.

b. Mission of Poris Plawad Village, Cipondoh District, Tangerang City, Banten Province. The community sincerely provides the best service and is able to satisfy the community according to expectations. Providing gradual assistance and guidance to the community so that they have competitiveness in terms of the economy. Realizing a moral community environment based on applicable norms.


2. Objectives of the Vision and Mission of Poris Plawad Village, Tangerang City, Banten Province Indonesian.

a. Vision of Poris Plawad Village, Tangerang City, Banten Province.
Excellent Service – Improving the quality of services to the community with transparency, speed, and efficiency.
Community Empowerment – Encouraging the community to be more independent, competitive, and have skills that support
regional progress.
Akhlakul Karimah – Building community character based on moral and ethical values in everyday life.

b. Mission of the Poris Plawad sub-district of Tangerang City.
Improving the Quality of Public Services
professional, fast, transparent services, and in accordance with standard operating procedures (SOP).
Prioritizing sincerity and responsibility in serving the community to increase public satisfaction.
c. Improving Community Welfare and Competitiveness.
Conducting mentoring and coaching in stages so that the community can improve their skills and competitiveness in the economic sector.
Encouraging the empowerment of small and medium enterprises and creating job opportunities for the community.

d. Building the Character of a Community with Good Morals. 
Instilling moral values, ethics, and social norms in community life.
Encouraging the creation of a harmonious, safe, and conducive environment based on local religious and cultural values.



B. Goals of Poris Plawad Village, Cipondoh, Tangerang City.

1. Improving the quality of life of the community.
Improving the quality of life of the Poris Plawad Village community through the
development of small and medium enterprises (SMES) and improving the local economy.
2. Building the local economy.
Developing the local economy of Poris Plawad Village through improving SMEs and developing tourism.
3. Improving the quality of SMES.
Improving the quality of SMEs in Poris Plawad Village through training, mentoring, and access to capital.
Inublic awareness.
4. Improving the awareness of the Poris. Plawad Village community about the importance of developing local businesses and the economy.
5. Making Poris Plawad Village a developed and prosperous area.
Making Poris Plawad Village a developed and prosperous area through local economic development and improving the quality of life of the community.
6. Developing Poris Plawad Village as a popular tourist destination.
Developing Poris Plawad Village as a popular tourist destination through tourism development and improving tourism facilities.
7. Improving the quality of public services and increasing environmental awareness.
Improving the quality of public services in Poris Plawad Village through improving public facilities and services. Increasing environmental awareness of the Poris Plawad Village community about the importance of environmental conservation and sustainable
development.


C. C. Target in Poris Plawad Village. 
1. Accommodating Community Aspirations: Collecting opinions and suggestions from residents regarding the implementation of development in their area.
2. Determining Priority Scale: Selecting programs and activities that are considered the most important and urgent to be submitted to the sub-district level.
3.Program Synchronization: Aligning development plans between local governments and the needs of local communities

D. Strategies in Poris Plawad Village

1. Development Planning Deliberation (Musrenbang).
Through Musrenbang, the community is actively involved in the development planning process. This forum allows residents to propose and determine plans for the development of infrastructure and empowerment activities that are in
accordance with local needs. This participation is expected to increase the relevance. and effectiveness of development programs.

2. Transit Oriented Development (TOD) Development.
Poris Plawad Village was chosen as a strategic location for the development of the TOD area because of the presence of two main transportation hubs, namely Batu Ceper Station and Poris Plawad Terminal. This development aims to create efficient integration between transportation modes, encourage the use of public transportation, and reduce dependence on private vehicles.

3. Community Empowerment through Tourism Village Development.
One of the empowerment initiatives is the development of the Kalpataru Lake
Thematic Village in Poris Plawad Indah Village. This program involves the community in managing and developing local tourism potential, which not only improves the
economy of residents but also strengthens a sense of togetherness and mutual cooperation in the community.

4. Improvement of Park and Ride Facilities.
To support intermodal integration and reduce congestion, the government has developed park and ride facilities around the Poris Plawad Terminal. This facility
allows private vehicle users to switch to public transportation more easily, thereby increasing mobility efficiency in the area.

5. Community Empowerment through Tourism Village Development.
One of the empowerment initiatives is the development of the Kalpataru Lake
Thematic Village in Poris Plawad Indah Village. This program involves the community in managing and developing local tourism potential, which not only improves the
economy of residents but also strengthens a sense of togetherness and mutual cooperation in the community.
Improvement of Park and Ride Facilities.
To support intermodal integration and reduce congestion, the government has developed park and ride facilities around the Poris Plawad Terminal. This facility
allows private vehicle users to switch to public transportation more easily, thereby increasing mobility efficiency in the area.

E.  Actions in Poris Plawad Village.

1. Simultaneous Community Service.
On December 10, 2023, residents of North Poris Plawad Village held simultaneous community service throughout the RW and RT areas. This activity aims to smooth water channels and maintain environmental cleanliness and comfort.

2. Improving Public Service Performance
The Head of North Poris Plawad Village, Tonny S.Sos., routinely holds briefings with all village employees. This briefing functions as an evaluation and discussion forum to improve the quality of service to the community.

3. Community Service Program (KKN)
Students of the University of Muhammadiyah Tangerang (UMT) carried out KKN in Poris Plawad Village with a focus on handling stunting. They held a seminar on the theme “Easy, Cheap, and Anti-Stunting Balanced Nutrition Investment,” and participated in community activities such as nutrition posts and smart guides.

4. Socialization of Technology Use.
Diponegoro University (UNDIP) KKN students held socialization to residents of RT 01 RW 07 about the use of the 99designs marketplace site and the Zoom application. The aim is to provide alternative sources of income and facilitate online meetings during the COVID-19 pandemic.

5. Charity and Religious Activities.
North Poris Plawad Village routinely holds religious activities, such as religious studies and charity for orphans and the poor, led by the Head of Tonny S.Sos. This activity strengthens the ties of friendship and social concern among residents.

6. Community Economic Empowerment.
The National Zakat Institution (Laznas) PYI provides business capital to small traders in Poris Plawad Village. This assistance is intended to improve the economy of
residents who work in the informal sector, such as traders of uduk rice, yellow rice, and chicken porridge.
Routine Meeting of the PKK Team
The PKK Team of North Poris Plawad Village holds routine meetings to discuss work programs and evaluate activities that have been implemented, in order to increase women’s participation in community development.

7. Routine Meeting of the PKK Team.
The PKK Team of North Poris Plawad Village holds routine meetings to discuss work programs and evaluate activities that have been implemented, in order to increase women’s participation in community development.



F. Control System in Poris Plawad District.

1. Infrastructure Development Monitoring.
On October 19, 2023, the Head of Poris Plawad Utara Village conducted direct monitoring of the installation of internet poles in the RT.003 RW 010 area. This
action ensures that the installation process is running according to standards and does not interfere with public facilities.

2. Implementation of Quality Management System in the Education Sector.
Poris Plawad 7 Elementary School has implemented the ISO 9001:2008 quality management system, demonstrating the school’s commitment to maintaining and improving the quality of education through structured international standards.

3. Supervision and Control at the Poris Plawad Terminal Control System in Poris Plawad District.
Infrastructure Development Monitoring.
On October 19, 2023, the Head of Poris Plawad Utara Village conducted direct monitoring of the installation of internet poles in the RT.003 RW 010 area. This
action ensures that the installation process is running according to standards and does not interfere with public facilities.

3. Supervision and Control at the Poris Plawad Terminal.
The Poris Plawad Terminal plays an important role in regulating and controlling the flow of passenger and goods traffic. Supervision efforts are made to ensure safety and comfort during the trip, including security checks and supervision of terminal operations.
Improving the Quality of Health Services.
Posyandu Camar, Poris Plawad Utara Village, conducted an evaluation and analysis of the quality of services provided. This effort includes coaching and coordination
between posyandu cadres, community leaders, and village officials in order to optimally improve public knowledge and health.

4.Improving the Quality of Health Services 
Posyandu Camar, Poris Plawad Village, conducted an evaluation and analysis of the quality of services provided.
 This effort includes coaching and coordination
between posyandu cadres, community leaders, and village officials in order to optimally improve public knowledge and health.

5.Technology-Based Waste Management.
Waste management innovation is carried out through the development of smart trash cans equipped with ultrasonic sensors and connected to the Internet of Things (IoT) application. This system allows real-time monitoring of waste volume and automation of waste management, although its implementation is still in the
development stage and has not been widely implemented in villages.
Security Supervision by the Police.
Aipda Komaruddin, a member of the Binmas Polres Metro Tangerang City who is
familiarly called “Mat Peci” has served for 15 years at the Poris Plawad Terminal. He uses a family approach to maintain security and comfort at the terminal, so that a conducive environment is created for passengers and traders.minal.
The Poris Plawad Terminal plays an important role in regulating and controlling the flow of passenger and goods traffic. Supervision efforts are made to ensure safety and comfort during the trip, including security checks and supervision of terminal operations.

4. Improving the Quality of Health Services.
Posyandu Camar, Poris Plawad Village, conducted an evaluation and analysis of the quality of services provided. This effort includes coaching and coordination
between posyandu cadres, community leaders, and village officials in order to optimally improve public knowledge and health.

5. Technology-Based Waste Management.
Waste management innovation is carried out through the development of smart trash cans equipped with ultrasonic sensors and connected to the Internet of Things (IoT) application. This system allows real-time monitoring of waste volume and automation of waste management, although its implementation is still in the
development stage and has not been widely implemented in villages.

6. Security Supervision by the Police.
Aipda Komaruddin, a member of the Binmas Polres Metro Tangerang City who is
familiarly called “Mat Peci” has served for 15 years at the Poris Plawad Terminal. He uses a family approach to maintain security and comfort at the terminal, so that a conducive environment is created for passengers and traders



G. SWOTE Analysis.
1. Strengths and weaknesses of the programs that have been implemented Strengths and weaknesses of Poris Plawad Village.

a. Development of Thematic Tourism Villages. Empowerment of the Community Economy: Development of Tourism Villages and Cultural Villages of Lake Kalpataru has improved the
community's economy through tourism
Development of Thematic Tourism Villages. Maintenance and Management: The challenge of maintaining the sustainability and quality of tourist destinations requires consistent
commitment and resourcess.
Community Service and Environmental Cleanliness Program.
Increasing Environmental Awareness: Community service activities increase community awareness and participation in maintaining environmental cleanliness.
Socialization of the Tangerang Live
Application.
Increasing Digital Literacy: This socialization increases community understanding of the
use of technology to access public services.
Community Service Program (KKN) in the Village
Increasing Community Capacity: KKN activities carried out by students can provide education
and training to the community in various fields.
 Routine Briefing Program to Improve Service Performance.
Improving Service Quality: By holding routine briefings, villages can evaluate and improve the quality of services to the community.
Routine Program Briefing to Improve Service Performance.
Time Limitations: Implementing routine briefings
requires time which can reduce direct service hours to the community.

b. DISADVANTAGES
Development of Thematic Tourism Villages.
Empowerment of Community Economy
Development of Kalpataru Lake Tourism Village and Cultural Village has improved the local economy
through tourism.
Development of Thematic Tourism Villages.
Maintenance and Management: Challenges in
maintaining the sustainability and quality of tourist destinations require consistent commitment and
resources.
Community Service and Environmental Cleanliness Program.
Uneven Participation: Not all residents actively participate in this activity, so the results may not be optimal.
Tangerang Live Application Socialization.
Digital Literacy Improvement: This socialization increases public understanding of the use of
technology to access public services
Community Service Program (KKN) in the Village. Program Sustainability: The KKN program is usually temporary, so efforts are needed to ensure the
termination of benefits that have been provided.
Routine Program Briefing to Improve Service Performance.
Time Limitations: Implementing routine briefings requires time which can reduce direct service hours to the community.



H. SWOTE Analysis

1. Strengths and Weaknesses of Programs Implemented in Poris Plawad Subdistrict

a. STRENGTHS
Improved Quality of Public Services
The Poris Plawad Urban Village regularly conducts training for all employees to enhance the quality of public services. These activities serve as a platform for evaluation and discussion to address challenges encountered.
Participatory Development Planning.
The implementation of the Development Planning Meeting (Musrenbang) in Poris Plawad Utara Village involves community members in decision-making related to infrastructure development and empowerment activities. This indicates a participatory approach in development planning.
Collaboration with Educational Institutions.
The implementation of the Community Service Program (KKN) by students from the University of Muhammadiyah Tangerang in Poris Plawad Village reflects good collaboration between the village government and educational institutions in empowering the community.


b. WEAKNESSES
Limited Posyandu Facilities
Services at the Camar Posyandu in Poris Plawad Village still need mprovement. There is a need to enhance facilities and coordination among Posyandu cadres, community leaders, and village officials to improve community health and awareness.
Limited Up-to-Date Data
Some data related to programs in Poris Plawad Village are still limited and may not reflect the current situation, thus hindering effective program evaluation and planning.
Challenges in Program Implementation
Although participatory planning has been carried out, challenges such as coordination among stakeholders and limited technical capacity remain obstacles to achieving program objectives.


2. Opportunities and Threats of Poris Plawad Urban Village, Cipondoh District, Tangerang City.

a. OPPORTUNITIES
Stunting Prevention Program.
Through initiatives such as the SATE SAMI Movement, children vulnerable to stunting receive adequate nutritional intake, potentially improving the quality of human reso urces in the future.
Community Organization Empowerment.
The establishment of community organizations in Poris Plawad Indah Village demonstrates a commitment to enhancing community participation in regional development.
Infrastructure Development.
Investments in facilities and infrastructure, such as the rehabilitation of public amenities, can improve living standards and support residents' economic activities.

b. THREATS
Risk of Natural Disasters
Cipondoh District, including Poris Plawad Urban Village, is at risk of landslides, which could disrupt regional stability.
Social and Health Challenges
Health issues, such as low public awareness of preventive healthcare programs, can hinder efforts to improve community well-being.
Limited Resources
Budget constraints and a lack of human resources may pose obstacles to the effective implementation of development programs.



I. Business Model Canvas – Poris Plawad Business Incubator and Entrepreneurship Center (IBU)

1. Key Services (Canvas Block)

a. Key Partners
Local Government (Department of Cooperatives & SMEs, Department of Trade).
Universities and educational institutions (for research and training collaboration).
Investors and financial institutions (banks, venture capital, angel investors).
Private companies and SOEs (through sponsorship and CSR programs).
E-commerce and tech platforms (marketplaces, digital payment services).
Local and national media (for promotion and publication).

b. Customer Segments
Entrepreneurs in Poris Plawad, especially MSMEs in need of assistance
Graduates from schools and universities aspiring to become entrepreneurs

c. Value Propositions.
Business support and entrepreneurship training.
Access to mentors and industry experts
Coworking space and business laboratory facilities.
Access to funding sources and investors
Enhancement of local MSME competitiveness.

d. Channels
Social media platforms (Instagram, Facebook, WhatsApp).
Official website of IBU Poris Plawad
Collaborations with local governments and universities.
Seminars, workshops, and networking events

e. Customer Relationships.
Direct support and assistance
Business communities and discussion forums
Incubation and business acceleration programs
Ongoing consultation and post-incubation support


f. Revenue Streams.
Membership or participation fees for incubation programs
Sponsorships and partnerships with private companies
Government and CSR funding
Specialized business consulting and training services


g. Key Activities
Entrepreneurship training and workshops
Business incubation and acceleration
Connecting entrepreneurs with investors
Assisting MSMEs with digitalization and marketing strategies

h. Key Resources
Mentors and industry experts
Shared facilities and coworking spaces
Partnership networks with governments, academics, and investors
Digital platforms for training and business communities

i. Cost Structure
Operational costs (rental, electricity, internet, etc.)
Salaries and incentives for mentors and trainers
Marketing and promotional expenses
Digital platform and infrastructure development costs


2. Cost Structure of IBU Poris Plawad
Cost Category Details Estimated Cost

a. Operational Costs Rental of coworking space, utilities (electricity, water, internet), office equipment Varies by location and facility.

b. Human Resources (HR) Costs Salaries for management (manager, admin, mentors, trainers), hon yaorariums for external experts Varies depending on staff and program needs.

c. Training & Workshop Costs. Honorariums for trainers and guest speakers, training materials Varies based on content and expertise involved.

d. Technology & Digitalization Website/platform development and maintenance, software licenses, e-learning implementation Based on technology requirements.

e. Marketing & Promotion Capital support for incubatees, production equipment advice, business incentives Adjusted to specific business needs.

f. MSME Funding & Grants Working capital 
For incubatees, business tool aid, program studies or incentives Depends on the incubation scheme and funding.

g. Administration & Legal Costs. Registration, licensing, legal/business consulting fees, taxes Varies based on applicable regulations


J. Business Model Canvas – Business and Entrepreneurship Incubator (IBU) Poris Plawad


1. Value Propositions in Poris Plawad Village for IBU Poris Plawad

a. Empowering Local Entrepreneurs
Value Proposition.
Providing support for small and medium enterprises (SMEs) and new entrepreneurs to develop their businesses.
Offering incubation programs including training, mentoring, and market access.

b. Access to Resources and Business Networks
Value Proposition.
Connecting entrepreneurs with mentors, investors, and business communities in Tangerang and surrounding areas.
Facilitating access to capital through partnerships with financial institutions and government aid programs.

c. Capacity and Skill Development
Value Proposition:
Providing training in entrepreneurship, business, management, digital marketing, and the use of technology in business.
Offering workshops and seminars to enhance entrepreneurs' competitiveness and market readiness.

d. Infrastructure and Technological Support
Value Proposition. 
Providing coworking spaces with internet access and basic production tools for SMEs.
Encouraging the use of digital technologies such as e-commerce and cashless payment systems to expand market reach.

e. Improving the Local Economy
Value Proposition.
By supporting the growth of MSMEs and new entrepreneurs, IBU Poris Plawad contributes to community welfare and job creation.
Promoting the development of local Poris Plawad products with high market value.

f. Community and Government Support
Value Proposition:
Utilizing local government policies and programs that support MSME and entrepreneurship development.
Collaborating with local communities, academia, and private sectors to accelerate the growth of the business ecosystem in Cipondoh, Tangerang City.


2. Customer Relationships – IBU Poris Plawad

a. Village Context
Poris Plawad Village, located in Cipondoh District, Tangerang City, Banten Province, is a region with growing local economic potential, particularly in the MSME sector.
The IBU Poris Plawad plays a vital role in supporting local business development.
Businesses continue to grow. 
Mentoring in market access and capital acquisition.


b. Customer Communication Channels
Direct Channels:
IBU Poris Plawad Office
Entrepreneurship events
MSME bazaars 
Business training sessions
Digital Channels. 
WhatsApp groups.
Social media (Instagram, Facebook).
Email newsletters.
Official website.

c. Benefits of Strong Customer Relationships. 
Encourages entrepreneurs to grow their businesses. 
Strengthens the entrepreneurship ecosystem in Poris Plawad and nearby areas.  
Expands market opportunities for MSMEs
Facilitates collaboration with investors and the government. 


3. Channels in Poris Plawad Village for IBU Poris Plawad

a. Communication and Information Channels.
Customer Relationship Channels (Offline & Face-to-Face):
IBU Poris Plawad Office:
Functions as a center for information, registration, and in-person consultation
Mentoring and Business Assistance:
Face-to-face coaching, mentoring, and business consulting
Workshops and Seminars. 
In-person training for MSMEs and aspiring entrepreneurs
MSME Bazaars and Exhibitions. 
Venues for local business owners to showcase and sell their products.
Collaboration with Village and District Authorities.
Program outreach through local officials (village heads, neighborhood units)
Online Channels (Digital & Social Media).
Official Website:
Provides comprehensive information about incubation programs, registration, and resources.
Social Media (Instagram, Facebook, TikTok, YouTube)
Used for education, promotion, and interactive communication
WhatsApp & Telegram Groups. 
Fast communication channels for sharing information and coordinating activities
Email Newsletters
Sends updates, business tips, and opportunities to incubator participants
E-Learning Platform (if available). 
For training and accessible learning content

b. Product and Service Distribution Channels.
Physical Stores & MSME Booths. 
Selling local products at the IBU office or nearby community centers
E-Commerce & Online Marketplaces. 
Helping MSMEs access platforms such as Tokopedia, Shopee, and Bukalapak
Social Media & Live Selling.
Supporting product sales via Instagram Live, TikTok Shop, and Facebook Marketplace
Partnerships with Local Shops & Minimarkets.
Expanding distribution through retail partnerships
Local Bazaars & Exhibitions
Events connecting MSMEs with potential customers

c. Funding and Partnership Channels
Local Government & MSME Agencies.
Accessing financial assistance and training programs
Banks & Microfinance Institutions.
Facilitating access to microloans like Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Investors & Angel Investors.
Organizing meetings between entrepreneurs and investors
Corporate CSR Programs.
Proposing collaboration for SME mentorship and support through CSR



K. Business Model Canvas – Business and Entrepreneurship Incubator Poris Plawad (IBU)

1. Customer Segments in Poris Plawad District for Business and Entrepreneurship Incubator (IBU)

a. Business Owners
Small business owners in the culinary, fashion, services, and handicraft sectors.
MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) in need of business management training, digital marketing, and access to funding.

b. Aspiring Entrepreneurs & New Startups.
Residents of Poris Plawad who wish to start a business but need guidance.
University students and recent graduates who aim to become entrepreneurs.
Workers seeking a career switch to entrepreneurship.

c. Local Communities & Cooperatives.
Creative women’s groups, youth communities, and local cooperatives aiming to develop joint ventures.
Informal or traditional market entrepreneurs looking to professionalize business management.

d. Creative & Digital Industry.
Freelancers in graphic design, writing, content creation, and app development.
Entrepreneurs wanting to grow digital-based businesses.

e. Students and Learners
Entrepreneurship training programs for vocational high school students or those interested in early entrepreneurship.
Collaborations with schools or universities for internships and business training activities.

f. Workers Seeking Extra Income
Employees or informal workers looking to start a side business.
Training on personal finance and home-based business management.


2. Cost Structure of the Business and Entrepreneurship Incubator (IBU) Poris Plawad

a. Operational Costs
Details: Office rental or co-working space, utilities (electricity, water, internet), office equipment (desks, chairs, computers, printers).
Estimated Costs: Vary depending on location and facilities.

b. Human Resources (HR) Costs.
Details: Salaries for management staff (managers, admins, mentors, trainers), fees for external trainers and guest speakers.
Estimated Costs: Vary based on staffing and region.

c. Training & Workshop Costs
Details: Trainer salaries and honoraria for external speakers and facilitators.

Estimated Costs: Dependent on event scale and trainer expertise.

d. Technology & Digitalization Costs.
Details: Website/platform development and maintenance, software licensing, e-learning platforms.
Estimated Costs: Adjusted based on technological requirements.

e. Marketing & Promotion Costs.
Details: Marketing campaigns, participant business capital support, production equipment support, business incentive programs.
Estimated Costs: Adjusted based on promotional strategy and scale.

f. MSME Funding & Grant Costs.
Details: Capital funding for incubator participants, production equipment support, business incentive schemes.
Estimated Costs: Dependent on participant scale and funding scheme.

g. Administrative & Legal Costs
Details: Business registration, licensing, legal and tax-related fees.
Estimated Costs: Vary according to regulatory requirements.


3. Revenue Streams for the Business and Entrepreneurship Sector in Poris Plawad.

a. Equity in Startups.
Gaining equity in incubated startups in exchange for mentorship, facilities, and support provided by the incubator.

b. Sponsorship from Corporations or Institutions.
Partnerships with large companies offering sponsorships in the form of funding or facilities.

c. Training and Consulting Services
Organizing paid workshops, seminars, and consulting services for startups and entrepreneurs.

d. Additional Services
Providing value-added services such as legal aid, accounting, or marketing support for a fee.



L. Business Model Canvas – Business and Entrepreneurship Incubator (IBU) of Poris Plawad


1. Value Propositions in Poris Plawad Village for the Business and Entrepreneurship Incubator (IBU) Poris Plawad

ASPECTS
a. Value Proposition – Empowering Local Entrepreneurs
Value Proposition. 
Providing support for small and medium enterprises (SMEs) and new entrepreneurs to grow their businesses. Offering business incubation programs that include training, mentoring, and market access.

b. Access to Resources and Business Networks
Value Proposition. 
Connecting entrepreneurs with mentors, investors, and business communities in Tangerang and surrounding areas. Assisting entrepreneurs in accessing capital through partnerships with financial institutions and government assistance programs.

c. Capacity and Skills Development
Value Proposition:
Providing training in entrepreneurship, business management, digital marketing, and the use of technology in business. Offering workshops and seminars to improve entrepreneurial skills in facing market competition.

d. Infrastructure and Technology Support
Value Proposition:
Providing coworking space with internet access and basic production tools for SMEs. Encouraging the use of digital technologies such as e-commerce and cashless payment systems to expand market reach.

e. Boosting the Local Economy
Value Proposition:
With the growth of SMEs and new entrepreneurs, IBU Poris Plawad contributes to community welfare and job creation. Supporting the development of unique local Poris Plawad products with high market value.

f. Government and Community Support
Value Proposition:
Utilizing local government policies and programs that support SME and entrepreneurship development. Collaborating with the local community, academics, and the private sector to accelerate the growth of the business ecosystem in Cipondoh, Tangerang City.



List of Products, Services, and Unit Prices (in IDR).


This profile outlines the vision, mission, strategies, and operational components of the Business and Entrepreneurship Incubator (IBU) located in Poris Plawad Subdistrict, Tangerang City, Banten Province, Indonesia. It includes a clear pricing structure for the products and services offered. The Business Model Canvas is presented in a matrix format to provide an easily understandable overview of the main business elements.



This profile outlines the vision, mission, strategies, and operational components of the Business and Entrepreneurship Incubator (IBU) located in Poris Plawad Subdistrict, Tangerang City, Banten Province, Indonesia. It includes a clear pricing structure for the products and services offered. The Business Model Canvas is presented in a matrix format to provide an easily understandable overview of the main business elements.





PHOTOS IN PORIS PLAWAD VILLAGE, TANGERANG CITY, BANTEN PROVINCE






Postingan Populer